Sabtu, 11 Februari 2012

Khutbah Jum'ah 3 Februari 2012

Merasakan Manisnya Iman
K.H. Aep Saefudin S.Ag.
Khutbah pertama :
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، الملك الحق المبين. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الصدق الوعد الامين. صلاة وسلام دآءمين متلازمين عَلَى اصرف المرسلين، سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
ٲمّابعد، فياعباد الله أوصيكم وٳيّاي بتقوى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ الله َتَعَالَى فِى القرأن العظيم، اعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم.
Alhamdulillah, pada hari Jum’ah ini kita masih bisa melaksanakan sebagian dari kewajiban kita selaku hamba beriman yaitu melaksanakan ibadah jum’ah. Mudah-mudahan ibadah kita diterima oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala, dan dari ibadah mahdlah ini berpengaruh positif terhadap ibadah ghairu mahdlah yang ada kaitannya dengan hablun minannaas.
Shalawat dan salam semoga terlimpah curah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan seluruh umatnya hatta yaumal kiamah.
Tidak lupa saya selaku khatib berwasiat dan mengajak kepada hadirin semuanya, marilah kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala, Iman yang sempurna dan taqwa yang sebenar-benarnya, dalam arti melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Hadirin sidang jum’ah yang berbahagia,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَن النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ اْلإِيْمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بعد أن أنقذه الله منه كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ (رواه البخاري ومسلم)
“Tiga perkara yang barang siapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman : 1. Mencintai Allah dan Rasulnya melebihi dari cinta kepada yang lainnya (diatas segala-galanya), 2. Mencintai seseorang semata-mata karena Allah, 3. Benci kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran, sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.”
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah mutlak kebenarannya, sama dengan firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak akan ingkar janji. Seseorang akan merasakan nikmat lezatnya iman, kata Rasul, apabila kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya diatas segal-galanya. Bukan berarti kita tidak boleh mencintai hal-hal yang bersifat duniawi. Fitrah manusia sudah jelas dalam Al-Qur’an firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala :

زين للناس حب الشهوت من النسآء والبنين والقنطير المقنطرة من الذهب والفضة والخيل المسومة والانعم والحرث ۗ ذلك متع الحيوة الدنيا ۖ والله عنده حسن المئاب۝

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Q.S. Ali Imran : 14)


---masih dalam proses penulisan---
 
Dirangkum oleh : Sholihin untuk Bintang Raya
Semoga bermanfaat
 

Baca juga artikel terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sampaikan tanggapan anda di kolom komentar, terimakasih.