Sabtu, 06 April 2013

Khutbah Jum'ah 5 April 2013

Ketika Mencintai 5 Hal & Melupakan 5 Hal
K.H. Aep Saefudin S.Ag.
Khutbah pertama :
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، الملك الحق المبين. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الصدق الوعد الامين. صلاة وسلام دآءمين متلازمين عَلَى اصرف المرسلين، سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
ٲمّابعد، فياعباد الله أوصيكم وٳيّاي بتقوى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ الله َتَعَالَى فِى القرأن الكريم، اعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمن الرحيم، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. صدق الله العظيم.

Alhamdulillah pada hari Jum’ah ini kita masih dipanjangkan usia, diberi kesehatan dan kita masih bisa melaksanakan sebagian dari kewajiban kita selaku mu’min yaitu melaksanakan ibadah jum’ah. Mudah-mudahan ibadah kita diterima oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aala, dan juga dari ibadah mahdlah ini ada realisasi dalam segala aktivitas kita, sehingga segala amaliah dan aktivitas kita tidak sia-sia, tetapi bernilai ibadah dan mendapat limpahan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Shalawat dan salam semoga terlimpah curah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan seluruh umatnya yang taat mengikuti ajarannya hatta yaumal kiamah.
Tidak lupa saya selaku khatib berwasiat, khususnya kepada khatib pribadi dan umumnya kepada seluruh ahli jum’ah yang berbahagia, marilah kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala, Iman yang sempurna dan taqwa yang sebenar-benarnya, dalam arti melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin sidang jum’ah yang berbahagia,
Pada kesempatan khutbah kali ini, mari kita bersama-sama menelaah dan merenungi sabda Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam tentang suatu zaman di mana manusia terlalu mencintai 5 hal dan melupakan 5 hal :
سيأتى على امتى زمان يحبون الخمس وينسون الخمس يحبون الدنيا وينسون الآخرة يحبون الحيوة وينسون الموت يحبون القصور وينسون القبور يحبون المال وينسون الحساب يحبون الخلق وينسون الخالق
Akan datang suatu masa pada umatku, dimana mereka mencintai 5 perkara dan lupa terhadap 5 perkara; mereka cinta dunia dan melupakan akhirat, mereka cinta hidup dan melupakan kematian, mereka cinta bangunan-bangunan mewah dan melupakan kubur, mereka cinta kepada harta dan melupakan hisab, mereka cinta kepada makhluk dan melupakan Pencipta.
Jika kita perhatikan masa yang disabdakan nabi itu adalah masa kita sekarang ini, mengapa? Karena kelima kriteria tersebut sudah datang saat ini.
Yang pertama يحبون الدنيا وينسون الآخرة Mencintai dunia dan lupa akan akhirat. Saat ini sudah nampak betapa manusia telah melupakan akhirat yang kekal abadi, manusia sangat bersemangat dalam perkara dunia namun ketika perkara akhirat disajikan mereka berpaling, jika kita bandingkan manakah yang paling banyak menjadi bahan pembicaraan apakah perkara dunia ataukah akhirat?. Tentu kita akan menjawab perkara dunialah yang lebih dominan. Inilah kekhawatiran Rasulullah akan menimpa umatnya yaitu manusia akan ditutupi dunia, sehingga mereka tidak mampu melihat akhirat karena ditutupi oleh gemerlap dunia. Padalah Allah berfirman:
وللاخرة خير لك من الاولى
Sungguh akhirat itu lebih baik bagimu dan lebih utama dibandingkan dengan dunia.
Hal ini bukan berarti umat Islam tidak boleh mencari dunia, bahkan diwajibkan untuk berusaha di dunia, tetapi urusan dunia ditujukan sebgai jalan untuk menuju akhirat. Kita berusaha untuk akhirat, kita bertani untuk akhirat, kita bedagang untuk akhirat, bukan sebaliknya menjadikan akhiratnya utuk kepentingan dunianya, seperti beribadah karena riya, bersedekah karena ingin tenar atau sanjungan.
Hadirin sidang jum’ah rahimakumullah,
Yang kedua يحبون الحيوة وينسون الموت cinta hidup dan lupa kematian.
Setiap kita pasti yakin bahwa kita akan mati, mungkin tidak ada suatu perkara didunia ini yang keyakinan kita melebihi datangnya kematian, namun walaupun manusia yakin dengan kedatangannya banyak orang yang melupakannya, lupa seolah-olah dia tidak akan mati walaupun ia sering melihat kematian seseorang namun sedikit yang membuatnya jadi pelajaran.

كل نفس ذآئقة الموت ۗ وإنما توفون أجوركم يوم القيمة ۖ  فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز ۗ  وما الحيوة الدنيآ إلا متع الغرور.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia Telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”(Q.S. Ali Imran : 185)
Manusia sebenarnya di dunia ini tertidur pulas, ketika datang kematian akan terbangun dan sadar, sadar dari perbuatan-perbuatannya waktu didunia, di sanalah manusia menyesal karena tidurnya terlalu pulas hingga tak sempat mengumpulkan bekal dan mereka berkata, ”Ya Tuhan kembalikan kami kedunia, kami pasti akan menjadi orang yang shaleh, kami pasti akan shalat, kami pasti akan zakat,” namun permintaan dan penyesalannya tiada arti, mereka sudah mati. Oleh karena itu, mintalah dan menyesallah di dunia ini, karena ketika ajal sudah datang penyesalan tiada artinya.
Yang ketiga يحبون القصور وينسون القبور cinta kepada bangunan yang mewah namun  lupa kepada kubur.
Di saat ini, manusia berlomba-lomba membanguan rumah yang serba mewah, manusia sangat bersemangat membangun rumah di dunia ini namun lupa membangun rumahnya di akhirat, lupa membangun rumah di kuburannya, sehingga ketika mereka mati tak ada tempat yang nyaman baginya, karena mereka tidak pernah membangun rumah akhiratnya ketika di dunia, dia lupa shalat yang 5 waktu, lupa kepada kewajibannya sendiri, lupa kepada beribadah kepada Allah, padahal kesemuanya itu adalah merupakan bahan bangunan untuk mendirikan rumah yang megah di kubur, lebih-lebih di surga.
Namun sesuai janji Allah kubur itu bisa menjadi satu kebun dari kebun surga jika penghuninya orang yang taat kepada Allah, dan bisa menjadi satu lubang dari api neraka jika penghuninya adalah orang yang maksiat. Nauzubillah.....
Ma’asyirol Muslimin sidang jum’ah rahimakumullah
Yang keempat يحبون المال وينسون الحساب cinta harta dan lupa kepada hari perhitungan.
Manusia memang sangat suka dengan harta, namun jangan dengan kecintaan itu lalu membuat kita lupa bahwa harta kita itu akan dihisab kelak.  Hisab adalah penghitungan dan pertanyaan darimana kita memperoleh harta dan kemana kita belanjakan, jika pertanyaan ini bisa dijawab dengan baik dan bisa dipertanggung jawabkan dihadapan Allah maka harta itu pun akan menjadi penolong bagi kita. Namun jika harta itu didapatkan dari jalan haram dari mencuri, berjudi dan sebagainya maka harta itu akan membuat pemiliknya celaka, begitu juga jika harta itu didapatkan dari jalan yang halal namun digunakan untuk sesuatu yang dimurkai Allah maka itupun akan membuat celaka. Maka ketika kita memperoleh harta yang halal kita gunakan untuk menunaikan kewajiban kita dan mengabdi kepada Allah dengan menafkahi keluarga, membayarkan zakatnya, dan bershodaqoh maka harta itu akan menjadi penolong kita.
Yang kelima يحبون الخلق وينسون الخالق cinta makhluk dan lupa kepada Pencipta
Sungguh apa yang disabdakan Rasulallah amatlah benar, dizaman sekarang ini manusia kebanyakan hanya mencintai makhluk dan lupa kepada pencipta, manusia tidak melihat tanda-tanda kebesaran Allah karena tertutupi oleh nafsu dunia yang dihiasi dengan makhluk, sehingga tidak heran terjadi bencana dimana-mana karena dengan itulah Allah akan membuat manusia ingat kepada-Nya, karena telah terlampau lupa kepada Allah, ketika diberikan kemwahan dan kebahagiaan manusia kebanyakan melupakan Allah, hingga dalam kemewahan itu Allah menurunkan bencana supaya Dia di ingat. Disaat suatu negeri, sudah tidak ada lagi yang mengingat Allah maka akan ditegur oleh Allah supaya mereka menjadi ingat. Jika disuatu negeri juga tidak ada majlis zikir, majlis ilmu dan tak ada yang peduli dengan majlis ini maka turunlah bencana, namun karena didunia ini masih banyak majlis zikir masih banyaak orang-orang yang mengingat Allah hingga akhirnya bencana itupun di tahan oleh Allah. Oleh karena itu marilah kita meramaikan majlis majlis zikir, majlis-majlis ilmu karena Allah akan menurunkan rahmat dan cinta-Nya kepada manusia yang selalu mengingat-Nya.
Ma’asyirol muslimin sidang jum'ah yang berbahagia
Akhirnya mariah kita merenung sejenak dan meresapi kemudian kita melihat diri kita apakah kita termasuk orang yang digambarkan Nabi dalam haditsya itu.  Jika ia, mari saya mengajak diri saya peribadi dan kita semua untuk selalu bertaubat dan memperbaiki diri dengan selalu menyiapkan bekal kita untuk perjalanan kita menuju negri yang kekal, dengan selalu sabar dan istiqomah sembari selalu meminta kekuatan dan petunjuk Allah, karena Allahlah yang menggerakkan setiap anggota badaan kita, Allahlah yang menetapkan hati kita, Allahlah yang mengatur semuanya, dan jika kita mendapatkan kenikmatan dari ketaatan kita maka lihatlah siapa yang memberikan nikmat taat itu bukan melihat ketaatan itu hasil usaha kita, jika kita mendapatkan rizki maka lihatlah yang memberikan kita rizki, karena betapapun sedikitnya rizki kalau diberikan oleh yang Maha Besar akan mendapat barokah dari-Nya.
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بمافيه من الايات والذكر الحكيم اقول قولى هذا واستغفر الله العظيم لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

Jumat, 29 Maret 2013

Resensi Buku : Islam Itu Indah


Judul buku        : ISLAM ITU INDAH
                          Renungan dan Pengembaraan Rohani Guru Besar Komunikasi
Penulis              : Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D.
Tahun terbit      : 2006
Penerbit            : Khazanah Intelektual


Keindahan Islam begitu sempurna dan apa adanya. Gambaran itulah yang saya dapatkan setelah membaca buku ini. Penulisnya begitu lugas memaparkan kesempurnaan Islam, dengan bahasa yang mengalir, mudah dipahami dan menyentuh hati. Sebuah renungan yang sarat informasi dan pesan moral, karya ilmiah yang mudah dipahami, mengesankan dan enak dibaca.
Islam sebagai sebuah pranata sosial menawarkan sejumlah konsep yang utuh menyeluruh, serba seimbang dan setimbang, serta terbuka terhadap kritik (tidak hipokritik) yang menjadikannya siap berdialog dengan segala model dan tingkatan nalar umat manusia.
Islam menawarkan konsep rentang dan siklus hidup dunia-akhirat, konsep ilmu-amal, konsep reward system amal-pahala/siksa, konsep tanggungjawab sosial imam-ma’mum, konsep redistribusi sosial kaya-miskin, dan konsep hidup totaliter makro-mikro.
Konsep hidup-mati dan kiamat-akhirat dalam Islam begitu telanjang dan bersentuhan langsung dengan fakta-fakta kejadian pembenarnya, benar-benar bebas dari nuansa mitologis. Musibah dan bencana tsunami misalnya, menjadi pembenar mega-visual atas mega-berita dari dalam surah Al-Zalzalah. Konsep pahala-siksa, harapan-ancaman, dan ketenteraman-keputusasaan direalisasikan melalui prosesi hidup historis umat manusia dari dunia hingga akhirat (kecil) dalam sebuah episoda yang sama. Tuduhan orang-orang Musyrik bahwa Nabi Muhammad tidak lebih dari tukang sihir dan orang gila pun mentah di atas hamparan nalar manusia paling awam hingga nalar paling cerdas yang pernah ada.
Paparan naratif dari refleksi pengalaman bathin yang telah ternubuwatkan oleh kejadian nyata itu dirangkai dengan sederet pengalaman pribadi Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., baik sebagai mahasiswa di mancanegara, sebagai ayah dan sebagai suami di dalam keluarga, sebagai aktifis pengajian di sela-sela kesibukan kesehariannya, dan sebagai guru besar Ilmu Komunikasi. Gaya tutur yang sangat naratif khas Deddy Mulyana mengajak pembaca untuk berwisata menguak pengalaman ruhani di tengah rimba Al-Qur’an yang keindahan ritme, bahasa, dan kosakatanya telah merevolusionerkan Bahasa Arab dan menginspirasi hampir semua bahasa manusia di dunia.
Suka-duka pengalaman Muslim dan Muslimah korban kebencian kesalahpahaman membingkai potret pengelaman spiritual pribadi penulisnya yang selalu hajat untuk tenggelam dalam kesadaran mengamalkan Al-Qur’an. Oleh-oleh dari perjalanannya sekeluarga ke Jerman dan London penghujung 2005 menambah lengkap potret keindahan Islam yang dipaparkan setelah dinikmatinya langsung bersama keluarganya.
Karya Prof. Deddy Mulyana ini mencerminkan kapasitas penulisnya sebagai ilmuwan, pendakwah, wartawan, dan sekaligus sastrawan, sehingga buku ini layak menjadi bacaan wajib bagi para Muslim dan Muslimah.

 

Jumat, 22 Maret 2013

Ibanatul Ahkam, Kesimpulan

Ibanatul Ahkam Syarah Bulughul Maram
Kesimpulan Bab Adzan

Hadits-hadits yang dihimpun dalam bab ini menunjukkan kepada beberapa kesimpulan berikut:
1.      Disyariatkan adzan dan iqamah setiap kali hendak mengerjakan sholat fardu. Mengumandangkan adzan dengan perlahan dan mengumandangkan iqamah dengan cepat. Melakukan tarji’ dalam adzan dan tatswib dalam adzan sholat Shubuh. Menjamak dan mengqasar sholat dalam perjalanan. Hukum adzan dan iqamah dalam sholat jamak dan qasar, masih diperselisihkan oleh ulama seperti yang disebutkan sebelum ini.
2.      Menjelaskan lafadz-lafadz adzan yang sebagian besarnya diucapkan secara berulang, sedangkan lafadz iqamah diucapkan satu kali-satu kali.
3.      Muadzdzin atau juru adzan disunatkan memiliki suara yang merdu dan kuat, dan hendaklah dia tidak menerima upah dari adzannya itu. Adzan hendaklah dilakukan di tempat yang tinggi dan muadzdzin meletakkan dua jari telunjuknya pada kedua telinganya. Menoleh ke kanan dan ke kiri ketika membaca al-haya’alatain. Disunatkan makan sahur, boleh makan dan minum hingga terbitnya fajar kedua.
4.      Menjawab orang yang adzan dengan meniru sebagian besar lafadz adzan dan mengganti jawapan al-haya’alatain dengan al-hawqalatain.
5.      Boleh melantik dua orang juru adzan untuk satu masjid; salah seorang daripadanya mengumandangkan adzan sesudah yang lain. Hal ini dilakukan dalam sholat Shubuh, yakni beberapa waktu sebelum dan sesudah masuk waktu sholat Shubuh. Orang buta boleh mengumandangkan adzan dengan beberapa syarat, boleh berpegang kepada suara, boleh menyebut cacat tubuh yang ada pada seseorang supaya dikenal, boleh menisbahkan seseorang kepada ibunya jika dia sudah dikenal dengan panggilan itu.
6.      Muadzdzin atau juru adzan adalah orang yang diberi kepercayaan untuk menjaga waktu sholat dan dia bertugas memastikan waktu sholat. Sholat tidak didirikan kecuali setelah adanya isyarat imam atau dengan kedatangannya ke dalam masjid. Imam harus mempertimbangkan keadaan orang yang bermakmum di belakangnya.
7.      Sholat dianggap ada’an apabila orang yang melakukannya masih sempat mendapatkan satu rakaat yang sempurna sebelum matahari terbit dan sebelum matahari tenggelam.
8.      Dianjurkan berdoa dengan doa yang dianjurkan oleh Nabi Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam di antara adzan dan iqamah karena membaca doa pada waktu itu dimakbulkan oleh Allah.