Minggu, 13 Juli 2014

Kultum Tarawih 10 Juli 2014

Pertanyaan Imam Al-Ghazali Kepada Muridnya

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رب العلمين، وبه نستعين على عمور الدنيا والدين. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نبي بعده. اللهم صل على سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
ٲمّابعد، فيَاأَيُّهاَ الحضرون، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Hadirin jamaah Masjid Bintang Raya rahimakumullah,
Suatu ketika Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi, yang lebih kita kenal dengan nama Imam Ghazali, mengajukan beberapa pertanyaan kepada muridnya-muridnya yang insya Allah pertayaan ini bermanfaat untuk kita jadikan pelajaran. Berikut pertanyaan Imam Al-Gazali :
1.  Apakah yang paling ringan di dunia ini ?
Ada yang menjawab “Kapas, angin, debu, dan dedaunan”.
Semua itu benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling ringan di dunia adalah “Meninggalkan Sholat”.
Kita perhatikan realita saat ini, semakin sibuk seseorang dengan aktivitasnya masing-masing namun kadang melalaikan sholat, yang merupakan kewajiban setiap muslim dan termasuk rukun islam. Sering kita disibukkan dengan pekerjaan sehari-hari di kantor, disibukkan dengan harta dan anak-anak kita di rumah, sampai-sampai lupa sholat. Adik-adik juga ketika asyik dengan permainannya kadang-kadang terlewat waktu sholat dan meninggalkannya. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa bermohon kepada Allah agar menjadi ahli sholat, yang senantiasa mengingat Allah dalam sholat dan tidak pernah meninggalkannya, karena bagi seorang mukmin yang patuh pada Robnya, sesibuk apapun dia tidak akan meninggalkan sholat, tidak akan lalai dari mengingat Allah SWT.
Allah telah mengingatkan hal ini dalam kitabnya yang suci,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun : 9).

Hadirin rahimakumullah,
2.  Pertanyaan berikutnya : Apakah yang paling berat di dunia…..?
Ada yang menjawab “Besi dan gajah’’.
Semua jawaban itu benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling berat adalah “memegang amanah”.
Al-Quran telah menjelaskan betapa beratnya amanah itu,

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al-Ahzab : 72)

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Sekiranya Kami turunkan Al Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berfikir.” (QS. Al-Hasyr : 21)

Hadirin rahimakumullah,
Dan diantara amanah itu adalah amanah kepemimpinan / jabatan.
Kemarin, tanggal 9 juli 2014, bangsa Indonesia telah melakukan pemilu untuk memilih Presiden. Kita lihat kedua calon presiden mengklaim telah menang dan mengucapkan terimakasih kepada rakyat Indonesia yang telah memilihnya, padahal belum bisa dipastikan siapa yang menang.
Memang saat ini amanah jabatan cenderung dianggap sebagai anugerah yang dibanggakan, bahkan diperebutkan. Hal ini berbeda dengan sikap para sahabat. Karena beratnya amanah jabatan, Abu Bakar r.a. pada saat diangkat menjadi khalifah, mengucapkan innaalillahi wainnaa ilaihi raajiuun, amanah merupakan cobaan yang amat berat. Penggantinya khalifah Umar bin Khattab, memikul gandum sendiri untuk diantarkan kepada nenek miskin yang kelaparan karena beliau tahu beratnya amanah sebagai pemimpin negara dan umat islam, akan dimintai pertanggungjawaban yang sangat detail terhadap kepemimpinannya.
Berbeda sekali dengan zaman kita sekarang, dimana jabatan diperebutkan dan dibangga-banggakan. Namun, bagaimanapun juga marilah kita mendoakan agar siapapun yang terpilih sebagai presiden nanti dapat menjadi pemimpin yang shaleh, yang mampu menjaga amanah kepemimpinannya, dan bisa membawa bangsa Indonesia menuju ketaqwaan kepada Allah SWT.

Bapak, Ibu, dan adik-adik yang dirahmati Allah,
Sebenarnya ada enam pertanyaan Imam Ghazali, namun karena sudah lebih dari tujuh menit maka saya cukupkan sekian kultum malam ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya dan mohon maaf atas segala kekurangan...

Sholihin, Masjid Bintang Raya...
 

Baca juga artikel terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sampaikan tanggapan anda di kolom komentar, terimakasih.